PENGARUH ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) TERHADAP KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA DENGAN KEPEMIMPINAN INKLUSIF SEBAGAI VARIABEL MODERASI
Keywords:
Organizational Citizenship Behavior (OCB), Kepemimpinan Inklusif, KinerjaAbstract
Tujuan penelitian ini adalah membuktikan pengaruh organizational citizenship behavior terhadap kinerja ASN, dan membuktikan peranan kepemimpinan inklusif dalam memoderasi pengaruh organizational citizenship behavior terhadap kinerja ASN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini bersifat deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian ini adalah pegawai Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis yang berjumlah 47 orang. Metode sampel yang dipakai metode sampel sensus, adalah metode pengumpulan data di mana seluruh populasi yang menjadi subjek penelitian diambil sebagai sampel sebanyak 47 orang responden. Kuesioner adalah teknik pengambilan data yang dilakukan Analisis data yang digunakan adalah SEM-PLS menggunakan software Warp-PLS V7.0. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) semua nilai standar model fit dan quality indeces dalam model ini sudah terpenuhi dari yang telah dipersyaratkan. Hal ini menunjukkan bahwa model dalam penelitian ini memiliki Goodness of Fit yang baik, dan tidak ada masalah multikolonieritas antar indikator dan antar variabel eksogen. (2) Organizational citizenship behavior berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja aparatur sipil negara Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis. Artinya semakin baik atau meningkatnya organizational citizenship behavior yang dilakukan oleh aparatur spil negara, maka kinerja aparatur sipil negara juga akan meningkat. (3) Kepemimpinan inklusif dapat meningkatkan pengaruh organizational citizenship behavior terhadap kinerja ASN. Gaya kepemimpinan yang inklusif, yaitu yang terbuka, menghargai perbedaan, dan mendorong partisipasi semua pegawai, mampu memperkuat dampak positif perilaku kerja sukarela terhadap peningkatan kinerja aparatur sipil negara. Artinya semakin baik kepemimpinan inklusif yang dilakukan oleh pimpinan mampu meningkatkan perilaku kerja sukarela pegawai dan dapat meningkatkan kinerja ASN






